Lenggana's Weblog

Home » Taijiquan » Tenaga Dalam

Tenaga Dalam

Setelah lama tidak mengupdate blog, akhirnya tiba juga waktunya bagi saya untuk menuliskan hal yang selalu teringat di kepala.

Tenaga dalam, yah tenaga dalam…

Apa sih tenaga dalam? Gimana cara dapetinnya? Cara latihannya gimana? Bisa bikin orang mental yah? dst… dst…?

Tenaga dalam menurut https://id.wikipedia.org/wiki/Tenaga_dalam adalah suatu konsep yang populer di dalam masyarakat Melayu di Asia Tenggara terutamanya di Indonesia dan Malaysia, yang dianggap sebagai suatu tenaga manusia yang mempunyai kekuatan luar biasa. Tenaga dalam dibedakan dari tenaga luar manusia (yang biasanya disebut secara ringkas sebagai “tenaga” saja) yang berbentuk tenaga fisik seperti kekuatan otot tangan mengangkat barang.

Masih menurut https://id.wikipedia.org/wiki/Tenaga_dalam, metode pelatihan yang dilakukan adalah dengan mengaktifkannya melalui olahraga pernafasan. Dengan beberapa teknik pernapasan diantaranya: pernapasan perut, pernapasan dada, pernapasan pundak maupun gabungan. Olah raga ini diajarkan oleh kelompok senam pernafasan dan kelompok olah raga beladiri. Seseorang menekuni tenaga dalam untuk beberapa tujuan, termasuk untuk olahraga, penyembuhan diri, meditasi, relaksasi, dan penunjang olah raga beladiri .

Di dalam beladiri yang saya pelajari, dijelaskan mengenai tenaga dalam ini yang hanya dapat diperoleh dengan empat cara:

  1. Praktisi berlatih sendiri (waktu yang dibutuhkan sekitar 10-30 tahun)
  2. Praktisi dibimbing oleh guru (waktu yang dibutuhkan sekitar 5-10 tahun)
  3. Praktisi dilatih atau diberikan oleh mahluk non manusia
  4. Praktisi dipinjamkan oleh mahluk non manusia

Saya tidak memiliki pengalaman untuk nomor 1, 3 dan 4. Jadi saya bisa sedikit berbagi dengan apa yang menjadi pengalaman saya.

Tenaga dalam seorang praktisi beladiri akan dihasilkan dan dimiliki melalui proses dan latihan yang tepat yang terbagi menjadi tiga tahap dari yang paling awal sampai kepada tahap akhir, yaitu:

  1. Energi terkumpul di Dantien bawah (letak Dantien tiga jari di bawah pusar)
    Proses ini terjadi setelah jalur-jalur energi yang terdapat di dalam tubuh sudah terbuka seluruhnya dan dantien bawah sudah terbuka. Praktisi mulai mengumpulkan energi di dalam dantien untuk dapat melanjutkan ke proses selanjutnya.

    • Keuntungan dari proses ini tentu saja membuat tubuh menjadi sehat karena seluruh jalur energi di tubuh sudah terbuka sehingga aliran darah menjadi lancar. Akan sangat lebih terbantu apabila praktis juga melakukan pola hidup dan pola makan yang sehat. Umumnya praktisi apabila sudah mencapai tahap ini sudah merasa puas dan mulai tidak melakukan latihan dengan rutin sehingga tidak sadar akan kekurangan yang ada di tahap ini.
    • Kekurangan dari proses ini adalah hilangnya energi yang sudah dikumpulkan apabila praktisi tidak melanjutkan latihan secara terus menerus yang tentu saja akan menghilangkan keuntungan-keuntungan yang sudah didapat sebelumnya.

    Bagaimana jika energi yang dikumpulkan habis? Yah, mau tidak harus mengulang latihan pengumpulan energi dari awal dengan catatan dantien bawah praktisi yang berlatih masih terbuka.

  2. Energi terpadatkan
    Proses ini adalah lanjutan dari proses pertama dimana energi yang sudah terkumpul dalam jumlah yang cukup di dalam dantien berusaha untuk dipadatkan oleh praktisi.

    • Keuntungan dari proses ini tentu saja selain keuntungan yang didapat dari proses pertama, juga mulai menuju kepada kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan pembelajaran beladiri tingkat lanjut. Umumnya praktisi akan dilarang untuk tidak boleh sembarangan melakukan pengeluaran energi sehingga tidak sadar akan kekurangan yang ada di tahap ini.
    • Kekurangan dari proses ini adalah luruhnya energi yang sudah dikumpulkan dan dipadatkan apabila praktisi tidak melanjutkan latihan secara terus menerus yang tentu saja akan menghilangkan keuntungan-keuntungan yang sudah didapat sebelumnya. Lama peluruhan energi ini tergantung seberapa besar dan padat energi yang sudah dikumpulkan dan dipadatkan oleh praktisi di dantien.
  3. Energi akan berotasi dengan sendirinya
    Proses ini adalah lanjutan dari proses kedua dimana energi yang sudah terkumpul dan padat dalam jumlah yang cukup di dalam dantien berusaha untuk diputar rotasi oleh praktisi.

    • Keuntungan dari proses ini tentu saja selain keuntungan yang didapat dari proses kedua, juga sudah sampai kepada kemampuan-kemampuan beladiri tingkat lanjut. Energi yang sudah berotasi ini yang dapat dialirkan ke bagian tubuh manapun untuk mendukung pergerakan-pergerakan beladiri yang dipelajari. Umumnya praktisi berlatih untuk meredam pengeluaran energi yang tidak perlu atau sembarangan karena efek yang ditimbulkan akan sangat membahayakan.
    • Kekurangan dari proses ini adalah praktisi akan kembali melakukan latihan yang melelahkan yaitu latihan untuk meredam pengeluaran energi yang sudah berotasi secara otomatis.

Jadi, kata siapa memiliki tenaga dalam itu mengasyikkan, berat latihannya, berat semuanya… hehehe…

Demikian sekilas informasi mengenai tenaga dalam. Tulisan saya berikutnya akan mencoba menjelaskan perbedaan tenaga dalam yang dimiliki oleh praktisi pengobatan dan praktisi beladiri.

Lenggana@072015

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s